Internet Of Things (IOT)

PENGERTIAN INTERNET OF THINGS 

Internet of Things atau dikenal juga dengan singkatan IoT, merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus menerus.Adapun kemampuan seperti berbagi data, remote control, dan sebagainya, termasuk juga pada benda di dunia nyata.Contohnya bahan pangan, elektronik, koleksi, peralatan apa saja, termasuk benda hidup yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan global melalui sensor yang tertanam dan selalu aktif.


Dalam bidang transportasi, M2M dapat diterapkan untuk sistem pelacakan kendaraan maupun aset. Komunikasi antar kendaraan dan infrastruktur jalan dapat membantu pengendara untuk menentukan rute alternatif. Layanan yang berbasis sistem navigasi dan lokasi akan sangat terbantu, misalnya saja kendaraan pengangkut barang dan kendaraan darurat (seperti ambulans dan pemadam kebakaran). 




 1. Machine to machine

Banyak ide untuk menerapkan teknologi M2M (Machine to machine) dalam kehidupan sehari-hari. Kendala: 

  •  Keterbatasan dana 
  •  Ilmu teknologi ini belum banyak kita saksikan secara nyata, terutama di Indonesia.

Di bidang keamanan, teknologi M2M telah digunakan untuk sistem pengawasan jarak jauh maupun sistem peringatan dini terhadap bahaya kriminalitas maupun kebakaran. Prinsip yang sama juga digunakan dalam bidang industri.

Bidang kesehatan memanfaatkan M2M dalam mengawasi kondisi pasien, khususnya mereka yang membutuhkan perawatan secara kontinu maupun pengawasan setiap waktu. Dengan M2M, pasien dapat beristirahat di rumah (tidak perlu di rumah sakit) namun masih tetap dalam pengawasan staf kesehatan sehingga jika terjadi perubahan negatif pada kondisi tubuh pertolongan dapat segera diberikan. 

2. M2M menuju IOT 

M2M dan IoT mendigitalisasikan proses kerja menggunakan teknologi yang menghubungkan perangkat melalui jaringan IP agar dapat dimonitor dan dikontrol oleh perusahaan dengan tujuan efisiensi dan efektivitas sumber daya. 

M2M (Machine to Machine) dan IoT (Internet of Things) merupakan solusi yang dibangun untuk digitalisasi proses kerja dengan tujuan efisiensi dan efektivitas sumber daya. Teknologi M2M/ IoT menghubungkan perangkat melalui jaringan IP agar dapat dimonitor dan dikontrol oleh perusahaan sehingga lebih banyak informasi yang dapat dimanfaatkan dari perangkat yang saling terkoneksi tersebut. Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk memperoleh informasi secara real time dan memastikan semua perangkat berjalan baik. 


• Solusi layanan M2M/IoT untuk mendukung proses bisnis perusahaan diantaranya 

         • Building & Infrastructure Automation

             • (Smart Building, Smart Home, Smart Office, Smart Lighting, dan Smart Water),

         • Custom IoT Solution

         • M2M/IoT Network Monitoring. 

• Ruang lingkup layanan dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan skala bisnis perusahaan. 



PERSPECTIV, RANTAI dan STRUKTUR IOT 

Internet Of Things (IoT) yang Akan Diimplementasikan Pada Hampir Semua Aspek Kehidupan 


Pada masa-masa mendatang IoT merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, terutama dalam memberikan kemudahan service pada kehidupan sehari-hari. Secara garis besar terdapat 4 yaitu

  1. Smart connectivity yang digunakan pada saat dalam kondisi bergerak, terutama untuk koneksi antara pengguna smartphone dengan kendaraaan maupun perangkat lainnya, seperti koneksi ke rumah sakit, perkantoran. 
  2. Intelligent Building digunakan dalam melakukan pengawasan dan kontrol terhadap keberadaan gedung dan perumahan untuk memudahkan dalam pengelolaan keamanan, efisiensi penggunaan energi, misalnya untuk melakukan kontrol terhadap peralatan rumah tangga, seperti AC, Kulkas dan lampu listrik. 
  3. Memudahkan Smart City untuk pengaturan dan pengelolaan perkotaan, misalnya pengaturan trafik lalu lintas, sistem keamanan kota dan pemantauan energi. 
  4. Pemanfaatan Agricultural, sebagai untuk peternakan dan pertanian pada rural area, seperti pemantauan kondisi hewan ternak dan pertumbuhan tanaman pertanian.   

Manfaat IoT

 Berikut ini adalah beberapa manfaat dalam beberapa bidang, yakni : 

  1. Sektor Pembangunan 
  2. Sektor Energi 
  3. Sektor Rumah Tangga
  4. Sektor Kesehatan
  5. Sektor Industri 
  6. Transportasi 
  7. Perdagangan 
  8. Keamanan 
  9. Teknologi dan Jaringan 

Perbedaan 

Internet of Things (IOT)


merupakan hubungan antara beberapa mesin, perangkat dan peralatan yang terhubung ke internet melalui beberapa jaringan. Perangkat ini meliputi peralatan kebutuhan sehari-hari seperti smartphone, tablet, perangkat elektronik lainnya dengan peralatan lain seperti kendaraan, monitor, sensor, yang dilengkapi dengan komunikasi antar mesin-ke-mesin (M2M) dan memungkinkan mereka untuk mengirim serta menerima data.
Cara kerja IoT, dengan memanfaatkan suatu argumentasi pemrograman, di mana tiap_x0002_tiap perintah argumen tersebut dapat menghasilkan suatu interaksi antar mesin yang telah terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan tanpa dibatasi oleh jarak yang jauh. Internet menjadi penghubung antara kedua interaksi mesin tersebut.


Machine to machine (M2M) 

adalah teknologi yang menghubungkan mesin, perangkat dan peralatan bersama-sama secara nirkabel melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk IP dan SMS, untuk memberikan layanan kepada pengguna dengan sedikit campur tangan yang terbatas.
Pada awalnya M2M sangat bergantung pada model penjualan B2B, karena mayoritas M2M kontrak berasal dari hubungan bisnis yang ada. Namun, beberapa operator juga sudah mulai merangkul model penjualan B2B2C (business to business customer), melalui penyediaan konektivitas ke layanan seperti telematika, asuransi dan signage digital.

Unsur-unsur pembentuk IoT yang mendasar 

1. Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), 

2. Konektivitas dalam IoT, 

3. Keterlibatan Aktif (Active Engagement), 

4. Perangkat Berukuran Kecil.


ARSITEKTUR, PRINSIP DAN FUNGSI IOT 


IoT dapat membuat berbagai macam proses menjadi lebih efisien, antara lain dalam hal penggunaan aset, produktivitas karyawan, supply chain dan logistik, pengalaman pelanggan, dan inovasi produk. McKinsey Global Institute [1] memperkirakan IoT memiliki dampak ekonomi potensial sebesa
 $3.9-11.1 triliun per tahun pada tahun 2025.  

Telecommunication Standardization Sector of the International Telecommunication Union (ITU-T) telah mempublikasikan Recommendation Y.2060 yang berjudul “Overview of The Internet of Things.” [2]. Dokumen ini menyediakan definisi yang menyarankan cakupan dari IoT.

Teknologi informasi dan komunikasi telah menyediakan komunikasi di mana pun dan kapan pun. Dimensi baru yang diperkenalkan oleh IoT adalah komunikasi apa pun (any THING communication).

Prinsip desain IoT 

Dimensi baru dalam “Internet of Things”



Designing the Internet of Things [3], elemen-elemen IoT diringkaskan dalam suatu persamaan sederhana:

 Physical Objects + Controllers, Sensors, Actuators + Internet = IoT  



Model Referensi ITU-T IoT Model referensi ini didefinisikan dalam Recommendation Y.2060 [2]. Model ini menjelaskan komponen fisik pada ekosistem IoT dengan detail. Aspek unik IoT adalah adanya perangkat dan benda-benda fisik yang jumlahnya banyak sekali, selain perangkat komputasi dan pemrosesan datanya. Gambar di bawah ini menunjukkan tipe-tipe perangkat pada model ITU-T. 



• Sensor dan aktuator berinteraksi dengan benda fisik pada lingkungan. Data-capturing device berinteraksi             dengan benda fisik melalui data                  carrying device atau data carrier yang        menempel pada benda fisik. Contoh          data carrying device adalah label RFID      aktif, sedangkan contoh data carrier            adalah barkode dan kode QR. 

   • Gambaran umum teknis IoT                     berdasarkan Y.2060 ditampilkan di bawah ini. Perangkat penting di sini   adalah gateway. Perangkat-perangkat  cerdas mendukung berbagai jenisteknologi transmisi kabel dan nirkabel serta berbagai macam protokol jaringan. Gateway berfungsi sebagai penerjemah protokol antarperangkat atau sebagai agen IoT (mendukung interaksi antar-aplikasi, manajemen jaringan, dan fungsi keamanan). 



  • Level 1 mirip dengan device level pada model ITU-T, sedangkan level 2 mirip dengan network level pada model ITU-T.

  • Pada banyak penerapan IoT, data dalam jumlah besar dihasilkan oleh sensor-sensor dalam jaringan terdistribusi. Misalnya saja, suatu pesawat dapat menghasilkan lebih dari satu terabyte data per jam.

Jadi, tujuan dari level edge computing adalah untuk mengubah aliran data menjadi informasi yang cocok untuk disimpan dan diproses di tingkat yang lebih tinggi. Beberapa contoh operasi edge computing antara lain: evaluasi, memformat ulang data, dan merangkum atau mengurangi data. 

Pertimbangan standard

Ada beberapa unsur pembentuk IoT yang mendasar termasuk kecerdasan buatan, konektivitas, sensor, keterlibatan aktif serta pemakaian perangkat berukuran kecil. Berikut, kami akan menjelaskan masing-masing unsur pemberntuk tersebut dengan singkat:


Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI)

membuat hampir semua mesin yang ada menjadi “Smart”. Ini berarti IoT bisa meningkatkan segala aspek kehidupan kita dengan pengembangan teknologi yang didasarkan pada AI. Jadi, pengembangan teknologi yang ada dilakukan dengan pengumpulan data, algoritma kecerdasan buatan, dan jaringan yang tersedia.


Konektivitas

kemungkinan untuk membuat/membuka jaringan baru, dan jaringan khusus IoT. Jadi, jaringan ini tak lagi terikat hanya dengan penyedia utamanya saja. Jaringannya tidak harus berskala besar dan mahal, bisa tersedia pada skala yang jauh lebih kecil dan lebih murah.


Sensor

merupakan pembeda yang membuat IoT unik dibanding mesin canggih lainnya. Sensor ini mampu mendefinisikan instrumen, yang mengubah IoT dari jaringan standar dan cenderung pasif dalam perangkat, hingga menjadi suatu sistem aktif yang sanggup diintegrasikan ke dunia nyata sehari-hari kita.


Keterlibatan Aktif (Active Engagement)

Engangement yang sering diterapkan teknologi umumnya yang termasuk pasif. IoT ini mengenalkan paradigma yang baru bagi konten aktif, produk, maupun keterlibatan layanan.


Perangkat Berukuran Kecil

seperti yang diperkirakan para pakar teknologi, memang menjadi semakin kecil, makin murah, dan lebih kuat dari masa ke masa. IoT memanfaatkan perangkat-perangkat kecil yang dibuat khusus ini agar menghasilkan ketepatan, skalabilitas, dan fleksibilitas yang baik. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

TATA CARA MERAKIT KOMPUTER

TATA CARA TAYAMUM YANG BENAR

indonesia tanah airku